<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649</id><updated>2011-10-29T06:07:15.493-07:00</updated><title type='text'>bermimpi MENJADI INDONESIA yang SEJATI!</title><subtitle type='html'>bumi ini telah ternodai dengan tangan-tangan serakah manusianya, sudah saatnya kita bergerak membuat hiaju bumi ini dari keserakahan kapitalisme global!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111900952828364047</id><published>2005-06-17T04:43:00.003-07:00</published><updated>2005-06-17T04:58:48.283-07:00</updated><title type='text'>saat sweeping siapa yang girang???</title><content type='html'>la wong kie piye ya....&lt;br /&gt;menowo dia masih kecil maka dia akan memaki yang besar dan menganggap yang besar itu adalah monopoli&lt;br /&gt;keberhasilan penguasaan pasar oleh microsoft dengan segala produknya yang menguasai 99% software di dunia ini telah menjadikan ia raksasa yang diakui keandalannya dan telah memacu jantuh sebagian besar rakyat di bumi dalam mempertahankan hidupnya&lt;br /&gt;penghargaan terhadap karya dengan penggunaan oleh kostumer saat ini terutama di Indonesia masih sanga kecil dimana pengguna tidak merasa bahwasanya barang yang ia gunakan ini adalah sesuatu yang menjadi karya orang lain dan memang harus ada penghargaan yang cukup akan karya.&lt;br /&gt;tetapi yang terjadi saat ini entah ini masalah ekonomi gengsi dan ekonomis seseorang menggunakan software bajakan ataupun sebuah ketidaktahuan terhadap karya seseorang.&lt;br /&gt;emang kalau dilihat secara ekonomis kondisi saat ini bisa membuat orang frustasi, dimana begitu semena-menanya vendor membuat harga terhadap karyanya secara internasional dimana tingkat perekonomian antar rakyat di dunia ini sangatlah berbeda-beda. &lt;br /&gt;jika di akal sehat apakah ini sebagai bentuk penjajahan kaplistalisme baru negara-negara eropa terhadap dunia ketiga??&lt;br /&gt;mereka menekan dan membuat ketergantungan negara miskin terhadap kekuasaan gurita negara adi daya dengan perang secara dagang dan ekonomi.&lt;br /&gt;trus apa yang akan kita lakukan??&lt;br /&gt;waduh inilah jawaban yang sulit dijawab tetapi sebenarnta bukannya sulit sih teta[i inilah tantangan agar kita tidak tertindas di hari esok sehingga anak cucu kita dapat menikmati sebuah hasil karya teknologi bagi kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;jka hal ini mungkin masih sulit dilakukan yo mbok yao kita mencari alternative lain di luar kebiasaan yang biasa kita lakukan seperti emnggunakan operating system di luar windowscrazy itu.&lt;br /&gt;contoh gampang linux sebagai sebuah open OS cukuplah sempurna dalam waktu jangka waktu pendek untuk menjawab dan sebagai obat dahaga dmei tidak masuk dalam penjara.&lt;br /&gt;mari kita pindah ke LINUX&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111900952828364047?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111900952828364047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111900952828364047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/06/saat-sweeping-siapa-yang-g_111900952828364047.html' title='saat sweeping siapa yang girang???'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111900952536891441</id><published>2005-06-17T04:43:00.002-07:00</published><updated>2005-06-17T04:58:45.370-07:00</updated><title type='text'>saat sweeping siapa yang girang???</title><content type='html'>la wong kie piye ya....&lt;br /&gt;menowo dia masih kecil maka dia akan memaki yang besar dan menganggap yang besar itu adalah monopoli&lt;br /&gt;keberhasilan penguasaan pasar oleh microsoft dengan segala produknya yang menguasai 99% software di dunia ini telah menjadikan ia raksasa yang diakui keandalannya dan telah memacu jantuh sebagian besar rakyat di bumi dalam mempertahankan hidupnya&lt;br /&gt;penghargaan terhadap karya dengan penggunaan oleh kostumer saat ini terutama di Indonesia masih sanga kecil dimana pengguna tidak merasa bahwasanya barang yang ia gunakan ini adalah sesuatu yang menjadi karya orang lain dan memang harus ada penghargaan yang cukup akan karya.&lt;br /&gt;tetapi yang terjadi saat ini entah ini masalah ekonomi gengsi dan ekonomis seseorang menggunakan software bajakan ataupun sebuah ketidaktahuan terhadap karya seseorang.&lt;br /&gt;emang kalau dilihat secara ekonomis kondisi saat ini bisa membuat orang frustasi, dimana begitu semena-menanya vendor membuat harga terhadap karyanya secara internasional dimana tingkat perekonomian antar rakyat di dunia ini sangatlah berbeda-beda. &lt;br /&gt;jika di akal sehat apakah ini sebagai bentuk penjajahan kaplistalisme baru negara-negara eropa terhadap dunia ketiga??&lt;br /&gt;mereka menekan dan membuat ketergantungan negara miskin terhadap kekuasaan gurita negara adi daya dengan perang secara dagang dan ekonomi.&lt;br /&gt;trus apa yang akan kita lakukan??&lt;br /&gt;waduh inilah jawaban yang sulit dijawab tetapi sebenarnta bukannya sulit sih teta[i inilah tantangan agar kita tidak tertindas di hari esok sehingga anak cucu kita dapat menikmati sebuah hasil karya teknologi bagi kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;jka hal ini mungkin masih sulit dilakukan yo mbok yao kita mencari alternative lain di luar kebiasaan yang biasa kita lakukan seperti emnggunakan operating system di luar windowscrazy itu.&lt;br /&gt;contoh gampang linux sebagai sebuah open OS cukuplah sempurna dalam waktu jangka waktu pendek untuk menjawab dan sebagai obat dahaga dmei tidak masuk dalam penjara.&lt;br /&gt;mari kita pindah ke LINUX&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111900952536891441?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111900952536891441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111900952536891441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/06/saat-sweeping-siapa-yang-g_111900952536891441.html' title='saat sweeping siapa yang girang???'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111900952053544227</id><published>2005-06-17T04:43:00.001-07:00</published><updated>2005-06-17T04:58:40.536-07:00</updated><title type='text'>saat sweeping siapa yang girang???</title><content type='html'>la wong kie piye ya....&lt;br /&gt;menowo dia masih kecil maka dia akan memaki yang besar dan menganggap yang besar itu adalah monopoli&lt;br /&gt;keberhasilan penguasaan pasar oleh microsoft dengan segala produknya yang menguasai 99% software di dunia ini telah menjadikan ia raksasa yang diakui keandalannya dan telah memacu jantuh sebagian besar rakyat di bumi dalam mempertahankan hidupnya&lt;br /&gt;penghargaan terhadap karya dengan penggunaan oleh kostumer saat ini terutama di Indonesia masih sanga kecil dimana pengguna tidak merasa bahwasanya barang yang ia gunakan ini adalah sesuatu yang menjadi karya orang lain dan memang harus ada penghargaan yang cukup akan karya.&lt;br /&gt;tetapi yang terjadi saat ini entah ini masalah ekonomi gengsi dan ekonomis seseorang menggunakan software bajakan ataupun sebuah ketidaktahuan terhadap karya seseorang.&lt;br /&gt;emang kalau dilihat secara ekonomis kondisi saat ini bisa membuat orang frustasi, dimana begitu semena-menanya vendor membuat harga terhadap karyanya secara internasional dimana tingkat perekonomian antar rakyat di dunia ini sangatlah berbeda-beda. &lt;br /&gt;jika di akal sehat apakah ini sebagai bentuk penjajahan kaplistalisme baru negara-negara eropa terhadap dunia ketiga??&lt;br /&gt;mereka menekan dan membuat ketergantungan negara miskin terhadap kekuasaan gurita negara adi daya dengan perang secara dagang dan ekonomi.&lt;br /&gt;trus apa yang akan kita lakukan??&lt;br /&gt;waduh inilah jawaban yang sulit dijawab tetapi sebenarnta bukannya sulit sih teta[i inilah tantangan agar kita tidak tertindas di hari esok sehingga anak cucu kita dapat menikmati sebuah hasil karya teknologi bagi kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;jka hal ini mungkin masih sulit dilakukan yo mbok yao kita mencari alternative lain di luar kebiasaan yang biasa kita lakukan seperti emnggunakan operating system di luar windowscrazy itu.&lt;br /&gt;contoh gampang linux sebagai sebuah open OS cukuplah sempurna dalam waktu jangka waktu pendek untuk menjawab dan sebagai obat dahaga dmei tidak masuk dalam penjara.&lt;br /&gt;mari kita pindah ke LINUX&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111900952053544227?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111900952053544227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111900952053544227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/06/saat-sweeping-siapa-yang-girang_17.html' title='saat sweeping siapa yang girang???'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111900951345526471</id><published>2005-06-17T04:43:00.000-07:00</published><updated>2005-06-17T04:58:33.460-07:00</updated><title type='text'>saat sweeping siapa yang girang???</title><content type='html'>la wong kie piye ya....&lt;br /&gt;menowo dia masih kecil maka dia akan memaki yang besar dan menganggap yang besar itu adalah monopoli&lt;br /&gt;keberhasilan penguasaan pasar oleh microsoft dengan segala produknya yang menguasai 99% software di dunia ini telah menjadikan ia raksasa yang diakui keandalannya dan telah memacu jantuh sebagian besar rakyat di bumi dalam mempertahankan hidupnya&lt;br /&gt;penghargaan terhadap karya dengan penggunaan oleh kostumer saat ini terutama di Indonesia masih sanga kecil dimana pengguna tidak merasa bahwasanya barang yang ia gunakan ini adalah sesuatu yang menjadi karya orang lain dan memang harus ada penghargaan yang cukup akan karya.&lt;br /&gt;tetapi yang terjadi saat ini entah ini masalah ekonomi gengsi dan ekonomis seseorang menggunakan software bajakan ataupun sebuah ketidaktahuan terhadap karya seseorang.&lt;br /&gt;emang kalau dilihat secara ekonomis kondisi saat ini bisa membuat orang frustasi, dimana begitu semena-menanya vendor membuat harga terhadap karyanya secara internasional dimana tingkat perekonomian antar rakyat di dunia ini sangatlah berbeda-beda. &lt;br /&gt;jika di akal sehat apakah ini sebagai bentuk penjajahan kaplistalisme baru negara-negara eropa terhadap dunia ketiga??&lt;br /&gt;mereka menekan dan membuat ketergantungan negara miskin terhadap kekuasaan gurita negara adi daya dengan perang secara dagang dan ekonomi.&lt;br /&gt;trus apa yang akan kita lakukan??&lt;br /&gt;waduh inilah jawaban yang sulit dijawab tetapi sebenarnta bukannya sulit sih teta[i inilah tantangan agar kita tidak tertindas di hari esok sehingga anak cucu kita dapat menikmati sebuah hasil karya teknologi bagi kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;jka hal ini mungkin masih sulit dilakukan yo mbok yao kita mencari alternative lain di luar kebiasaan yang biasa kita lakukan seperti emnggunakan operating system di luar windowscrazy itu.&lt;br /&gt;contoh gampang linux sebagai sebuah open OS cukuplah sempurna dalam waktu jangka waktu pendek untuk menjawab dan sebagai obat dahaga dmei tidak masuk dalam penjara.&lt;br /&gt;mari kita pindah ke LINUX&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111900951345526471?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111900951345526471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111900951345526471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/06/saat-sweeping-siapa-yang-girang.html' title='saat sweeping siapa yang girang???'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111289441630795310</id><published>2005-04-07T10:16:00.000-07:00</published><updated>2005-04-07T10:20:16.316-07:00</updated><title type='text'>SEKS BEBAS</title><content type='html'>Kata "Seks Bebas" sebenarnya dibuat agar jelas bahwa semua penganutnya bebas memilih pasangannya dengan bebas, bisa berganti-ganti pasangan kapan pun mereka mau, tanpa terikat hubungan perkawinan. Jelas bahwa hubungan macam itu masih tabu di Indonesia, walaupun mulai biasa di kota-kota besar di Indonesia. Tapi pernahkah anda berpikir bahwa ada makna lain yang bisa kita ambil dari kata Seks Bebas itu sendiri. Bukankah itu bisa berarti hubungan seks yang bebas, bebas dari perasaan-perasaan yang akan membebani bila kita melakukannya dalam sebuah keterikatan, entah keterikatan pernikahan atau keterikatan dalam hal cinta secara umum. Bahwa Seks Bebas berarti anda bisa melakukannya dengan seseorang yang anda suka, dan orang tersebut juga mau, lalu bisa mengobrol keesokan harinya tanpa ada perasaan bersalah dan rasa terikat yang biasa akan terjadi dari hubungan seks yang "biasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hubungan seks yang "biasa" biasanya anda bahkan akan terikat oleh rasa tanggung jawab terhadap lawan jenis anda, apalagi bila anda adalah kaum Adam, di mana sekarang masih dianggap bahwa dalam sebuah hubungan seks yang tidak terduga pasti ada unsur pemaksaan dari kaum lelaki di dalamnya. Bukankah kita merasa takut bila suatu saat rekan seks kita akan menuntut pertanggungjawaban dari ikatan yang kita buat secara tidak sengaja dari hubungan seks tersebut? Karena itulah seks bebas, bisa diartikan sebagai seks yang bebas dari rasa-rasa tanggung jawab tersebut, atau dengan kata lain yang lebih jelas, bahwa seks bebas itu dilakukan dengan segala kenikmatan dan keindahan seks itu sendiri tanpa dibebani oleh omong kosong-omong kosong tentang cinta, tanggung-jawab, dan tanpa segala intrik-intrik yang digunakan oleh rekan kita untuk mengikat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda bertanya, bahwa dari definisi di atas berarti telah lebih mempersempit lagi definisi seks bebas dari definisi yang dianut pada umumnya. Di mana definisi pada umumnya adalah hubungan seks yang di lakukan pranikah, atau premarital sex, dipersempit lagi menjadi hubungan seks yang hanya sekali-sekali saja, yang menghilangkan segala bentuk dominasi lain di luar seks itu sendiri, sehingga seks itu hanya menjadi sebuah kegiatan penyaluran nafsu antar dua orang berlawanan jenis atau sejenis. Memang itulah tujuannya, untuk membuat definisi baru tentang seks, seks yang Bebas. Itu berarti tidak mengkategorikan pasangan-pasangan muda yang tinggal bersama dalam cinta, namun belum menikah, tidak termasuk dalam kategori sebagai penganut seks bebas? Atau seorang gadis yang rela menyerahkan keperawanannya pada pacarnya yang juga masih perjaka sebagai pelaku praktek seks bebas? Atau seorang pria yang menyalurkan nafsunya dengan membayar sejumlah uang kepada pelacur jalanan? Tidak, mereka TIDAK termasuk dalam kategori pelaku seks bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Living Together bukan berarti bebas, karena secara teknis mereka itu menikah, walaupun tanpa upacara. Tanggung jawab mereka besar, mereka harus menahan diri untuk tidak berselingkuh, rasa takut mereka juga besar bila mereka memutuskan untuk tidak mempunyai anak, ketakutan bahwa suatu saat sang perempuan akan hamil tiba-tiba, juga rasa tidak nyaman karena mereka harus bersetubuh dengan alat-alat kontrasepsi, sekalipun hanya tinggal menelan pil KB , tetap saja sang perempuan takut tubuhnya akan melar akibat penggunaan pil KB tersebut. Jadi anda mengerti bukan? Kumpul kebo bukanlah sebuah praktik seks bebas, karena begitu banyak hal yang menginterupsi seks dalam praktek kumpul kebo seperti yang sudah diungkapkan di atas: rasa tanggung jawab, rasa takut akan kehamilan, rasa khawatir akan perselingkuhan, dll. Seperti sudah dikatakan sebelumnya, kumpul kebo adalah sebuah pernikahan. Yang membedakannya adalah bahwa ia tidak menggunakan upacara, dan yang lebih penting, proses perceraiannya akan jauh lebih mudah (karena itu banyak pasangan yang menganutnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya akan dijelaskan masalah yang kedua, mengapa hubungan seks antar sang perjaka dan sang perawan yang belum diikat tali pernikahan, tidak dikategorikan sebagai sebuah praktek seks bebas. Mungkin anda sudah bisa menduga jawabannya. Di manapun, dibelahan dunia manapun, orang tentu ingin mengingat saat pertamanya. Karena itu hubungan seks antara seorang perawan dan seorang perjaka, atau antara perawan dan non perjaka, atau sebaliknya, tentu akan diiringi dengan pertanyaan-pertanyaan sbb: Apakah dia orang yang tepat? Apakah ini akan menyakitkan? Apakah ini mengerikan? Apakah hubungan seks ini akan nikmat? Apakah dia akan bertahan lama? Apakah benar dia masih perawan? Apakah benar kemaluannya sepanjang kata teman-temanku? Apakah aku akan terus berpacaran dengannya sampai ke jenjang pernikahan? Apakah aku akan hamil? Apakah aku dapat memuaskannya? dan pertanyaan-pertanyaan konyol lainnya yang akan mengganggu jalannya hubungan seks itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada beberapa orang yang pertanyaannya muncul setelah mereka berhubungan seks, sebelum mulai berhubungan, pada saat foreplay, atau bahkan pada saat tengah-tengah persetubuhan. Semuanya itu menganggu, mengganggu kemurnian seks itu sendiri. Bahkan pertanyaan-pertanyaan ini juga bisa menggangu pasangan-pasangan yang baru menikah dan akan melakukan malam pertamanya, tapi bukan itu yang akan dibahas di sini. Jelas bahwa first time sex itu bukan seks yang bebas, melainkan seks yang penuh dengan pertanyaan, penuh dengan keragu-raguan, penuh dengan ketidakpastian, dan sekali lagi ditekankan, hal-hal seperti itu menginterupsi kemurnian seks. Masalah ketiga, yaitu praktek prostitusi. Apakah termasuk dalam praktek seks bebas? Tidak. Mengapa? Sebagian besar dari anda pasti bertanya-tanya. Mungkin menurut anda hal ini tidak masuk akal, karena dalam praktek prostitusi seorang pelanggan sudah menunaikan tanggung jawabnya dengan cara membayar, dan dengan demikian dia dapat melakukan seks sebebas-bebasnya tanpa beban. Tapi bagaimana jika kita lihat dari sudut pandang si pelacur. Kemungkinannya kecil sekali pelacur tersebut akan menikmatinya seperti sang pelanggan menikmatinya. Mungkin karena pelanggan tersebut terlalu tidak menarik sehingga tidak merangsangnya, bisa juga karena pelacur tersebut sudah bekerja seharian sehingga moodnya berkurang, atau bisa juga karena ia sudah terlalu terbiasa dengan persetubuhan sehingga ia tidak lagi menikmatinya. Kita lihat tidak ada hubungan suka sama suka di sini. Di sini hanya ada hubungan antara pelanggan dan penjual, sang penguasa dengan bawahan, the dominator and the dominated. Hanya itu saja yang terjadi. Seks yang hanya dinikmati oleh satu pihak saja bukanlah murni seks. Mungkin ia akan menjadi murni seks di satu pihak namun hanya akan menjadi sampah, kesakitan, dan rasa jijik dari pihak satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks melibatkan dua pihak -atau bisa juga lebih dari dua pihak- agar menjadi seks yang murni. Hal ini sama saja dengan pemerkosaan, hanya saja pihak yang diperkosa sudah menyerahkan dirinya untuk diperkosa. Dan apakah pemerkosaan itu termasuk dalam praktek seks bebas? Jelas tidak! Fucking No! Itu tindak kriminal terhadap jiwa dan raga yang diperkosa, juga pelecehan terhadap arti seks itu sendiri. Pemerkosaan seakan-akan meletakkan hubungan seks di urutan terbawah, setelah necrophilia dan zoophilia. Sama sekali tidak ada keindahan seks di dalamnya, dan malah mengakibatkan penderitaan di pihak lainnya. Tentu saja kata-kata barusan tidak akan berlaku bila yang diperkosa ternyata belakangan menikmatinya. Juga kata-kata sebelumnya lagi tidak akan berlaku bila pelacur tersebut menikmati pelanggannya, yang sedemikian tampannya sehingga ia tidak harus berpura-pura mencapai orgasme, atau sedemikian cantiknya sehingga ia tidak usah mengkonsumsi viagra lebih dulu. Memang praktek prostitusi bisa juga dikategorikan sebagai seks yang bebas, tapi itu hanya kemungkinan kecil. Saya pribadi tidak akan menganjurkan anda untuk terlibat dalam praktek prostitusi -baik sebagai pelanggan atau penjual- jika anda memang mencari hubungan seks yang murni. Tapi jika anda tidak tertarik dengan pure sex, tidak ada salahnya untuk terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pernyataan-pernyataan di atas, kita bisa ambil beberapa poin penting untuk mengkategorikan apakah sebuah hubungan seks itu murni atau tidak.&lt;br /&gt;1. Ikatan yang terjadi hanya pada saat persetubuhan, dan ikatan tersebut sirna setelah selesai berhubungan seks.&lt;br /&gt;2. Hubungan seks tersebut harus tanpa syarat, tidak boleh ada maksud tertentu di dalamnya.&lt;br /&gt;3. Tidak ada perbedaan kekuasaan di dalamnya. Tidak ada pendominasian dari pihak lain, semuanya rata.&lt;br /&gt;4. Tidak ada ketakutan dan keragu-raguan di dalamnya, hanya murni keindahan seks itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang setelah anda mendapat garis besar dari tulisan ini, anda mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi dengan perasaan cinta yang selalu dilibatkan dalam sebuah hubungan seks, ke mana rasa sayang yang selalu mengiringi sebuah persetubuhan, ke mana rasa saling memiliki yang selalu mendorong terjadinya sebuah hubungan intim. Dari kata-kata di atas anda mungkin sudah menyimpulkan bahwa hubungan seks yang murni berarti hanya fisik semata tanpa melibatkan perasaan. Tidak, tidak bermaksud begitu. Saya tidak mencoba untuk bersikap romantis sekarang, tapi saya juga percaya akan adanya perasaan-perasaan cinta di dalam seks. Lalu mengapa saya menulis topik yang sedemikian kejam di atas, seakan-akan saya mendiskreditkan cinta itu sendiri, seakan-akan saya mendewakan seks tanpa cinta, seakan-akan seks itu hanya penetrasi penis dengan vagina, oral seks, anal seks, dan variasi-variasi seks lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan seks adalah dua hal yang terpisah. Bisa dinikmati sebagai satu kesatuan yang utuh, tapi lebih banyak dinikmati sendiri-sendiri dengan caranya sendiri-sendiri. Sepertinya cinta itu adalah krim coklat, sementara seks adalah coklat batang. Anda bisa mencelupkan coklat tersebut ke dalam krim coklat dan memakannya, atau memakannya sendiri-sendiri dan tetap menimbulkan perasaan nikmat. Anda pasti bisa menikmati hubungan seks saja tanpa cinta, atau anda bisa melakukannya dengan pacar anda dan tenggelam dalam lautan cinta, atau anda bisa juga menikmati rasa cinta itu sendiri tanpa seks, merasakan indahnya disayangi dan dipercayai, menikmati rasa memiliki dan rasa tergantung pada orang lain. Itu semua terserah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks bisa dimasuki unsur cinta di dalamnya dan bisa jadi akan lebih indah, tapi toh seks itu sendiri tanpa cinta tak akan apa-apa. Tapi tentu saja, sekali lagi saya tegaskan seks dengan cinta tidak termasuk dalam kategori seks bebas. Tidak boleh ada ikatan dalam seks bebas, sedangkan jika anda melakukannya dengan cinta berarti terjadi ikatan di dalamnya yang akan terbawa bahkan sesudah anda selesai berhubungan seks. Anda tidak bisa berpura-pura anda mencintai seseorang ketika anda bersetubuh dengan orang lain, lalu setelah selesai cinta itu hilang dengan sendirinya. Itu hanyalah nafsu yang berkamuflase sebagai cinta, dan jika ini yang terjadi, maka ini tetap termasuk seks bebas. Tapi jika setelah anda melakukan sebuah hubungan seks anda ingin berbaring di sampingnya untuk selamanya, bila anda tetap ingin di sana memandangi wajahnya yang bagi anda seperti seorang dewi, bila anda ingin mengobrol dengannya sampai subuh dan berbagi isi hati dengannya, atau bila anda ingin waktu berhenti saat itu juga agar anda dapat menikmati saat indah ini selamanya, dan juga rasa ketakutan akan kehilangan pasangan anda yang amat sangat, maka anda tidak melakukan seks yang bebas dan seks anda jelas tidak murni. Seks anda telah terkontaminasi oleh sebuah perasaan yang disebut cinta. Dan jika hubungan seks anda tercemari oleh cinta, satu saja kata dari saya: Selamat! Anda mungkin telah memenangkan undian berhadiah dari dewa cinta yang berhadiah pasangan seumur hidup, pasangan di mana anda akan bisa berbagi seluruh rahasia anda tanpa takut akan dikhianati olehnya, pasangan di mana anda akan menghabiskan hari tua anda bersamanya, pasangan yang akan ikut menikmati keindahan dunia ini sepenuhnya bersama anda, dan ikut mengutuk kebobrokan dunia bersama anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin telah memperoleh apa yang banyak dicari orang saat ini, yaitu belahan jiwa anda, tulang rusuk anda yang hilang, sumbat untuk menutup lubang-lubang di hati anda. Tapi itu semua hanya mungkin. Anda mungkin menemukan cinta sejati anda saat itu atau mungkin juga anda hanya terbawa perasaan saat itu. Dan jika anda termasuk yang kedua, itu tentu akan sangat menyakitkan. Semakin tinggi anda dilambungkan oleh cinta, akan semakin sakit ketika anda jatuh, tetapi jika anda bisa mengendalikan ketinggian anda, anda juga akan bisa menebak ke mana anda akan jatuh. Tetapi percayalah bahwa it's worth to try, patut untuk dijalani. Minumlah air cinta ini sampai anda mabuk, dan anda akan tidur dan bermimpi indah, lalu bangun dengan segala keindahan dunia menyertai anda atau jika anda tidak beruntung, anda akan bangun dengan penuh kesengsaraan dan sakit kepala yang berkepanjangan. Minumlah air cinta beberapa gelas saja sampai setengah mabuk, dan anda akan tetap terjaga dan tetap bisa menikmati keindahan cinta atau anda akan tertidur dan kehilangan cinta tersebut. Minumlah nol gelas air cinta, dan anda terhindar dari rasa sakit atau anda merugi karenanya. Terserah anda mau pilih yang mana, tapi yang coba ditekankan di sini adalah bahwa every action has its consequences, dan selama anda berani mengambil resikonya, it's gonna be okay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sex or love? Anything you choose... don?t just do, BE IT! Be it just for the fuck of it.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111289441630795310?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111289441630795310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111289441630795310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/04/seks-bebas.html' title='SEKS BEBAS'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111289404590927161</id><published>2005-04-07T10:12:00.000-07:00</published><updated>2005-04-07T10:14:05.913-07:00</updated><title type='text'>ANARKI SEBAGAI SEBUAH VISI</title><content type='html'>Bayangkan hidup di sebuah dunia dimana orang-orang datang bersama-sama untuk membentuk sebuah tatanan masyarakat baru yang bebas dan merealisasikan keinginan mereka. Kota yang telah ditinggalkan dan tak dikenal lagi, dapat menjadi tempat dimana kita dapat benar-benar hidup. Pekerjaan yang selama ini dianggap tak berguna dapat menjadi sesuatu yang penting hingga tercipta sebuah ruang lingkup baru dimana kita dapat beraktifitas dengan nyaman. Kejahatan dapat ditekan serendah mungkin secara drastis dengan mengembalikan masyarakat kepada kehidupan komunitas yang sesungguhnya dimana setiap orang akan saling memperhatikan dan membutuhkan. Dengan menghapuskan industri-industri agrikultur dan ekonominya yang berorientasi pada akumulasi modal, maka sungai-sungai akan mengalirkan lagi air yang jernih dan pepohonan juga akan tumbuh kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kita saat ini telah memperlihatkan cacatnya. Banyak orang yang sudah muak dengan bagaimana kehidupan berjalan, dari penghancuran ekologi hingga penderitaan dan kemonotonan kehidupan sehari-hari. Kita harus menghabiskan sebagian besar hidup kita bekerja mambanting tulang untuk mengahsilkan keuntungan bagi orang-orang yang (biasanya) tidak kita sukai dan melakukan pekerjaan yang sebenarnya hasilnya tidak kita rasakan kegunaannya. Akan tetap sulit untuk membangun hubungan yang nyata dalam komunitas dimana sesama kita sudah ada rasa saling tak percaya, pengasingan dan dimana masyarakat berjalan berdasarkan moto, "menindas atau ditindas untuk bertahan hidup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang tidak lagi mau menerima kebohongan-kebohongan dari penguasa dan menolak pemilu sebagai satu-satunya jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Tetapi sinisme dan apatisme juga telah diciptakan dan begitu merebak secara meluas di seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin segera melewati ini semua. Karenanya marilah berkata mengenai impian dan keinginan kita. Temukan contoh-contoh tentang seperti apa kehidupan yang kita inginkan, letakkan ide-ide kita ke dalam praktek dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun anarki adalah menolong tetanggamu, mencuri dari tempat kerjamu, menanam sendiri makananmu, melempar batu pada polisi anti huru-hara, mendukung aksi-aski pemogokan, menolong menjagakan anak bagi kawanmu, menjawab apabila ditanya, tidak menjadi tipikal seseorang yang diharapkan oleh sistem. Anarki adalah kerjasama yang saling menguntungkan, ko-operasi dan tidak menyerahkan hidupmu pada orang lain untuk mengaturnya. Revolusi bukanlah sesuatu yang akan terjadi begitu saja sehari setelah beberapa ideologi dikukuhkan keberadaannya dan dimengerti oleh semua orang. Revolusi adalah sebuah proses dari individual dan kolektif merebut kembali apa yang telah terebut dari diri kita, menggali kembali kekuatan kita dan menggabungkannya secara bersama-sama. Kadang hal tersebut dilakukan secara bertahap (gradual) dan terkadang dengan melakukan loncatan yang jauh dalam waktu terjadinya perjuangan yang berskala lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah apa yang terjadi saat ini di seluruh dunia. Di Brazil, ratusan dari ribuan petani yang mengorganisir diri dalam MST (organisasi gerakan para petani hamba) menduduki lahan-lahan pertanian untuk kemudian dikerjakan oleh mereka secara kolektif. Dalam sebuah kerusuhan di Los Angeles beberapa tahun lalu, kaum miskin perkotaan melakukan revolusi, merampok dan membuat komunitas mereka tertutup bagi pemerintah. Tahun 1994, kaum Zapatista memapankan zona otonomi di berbagai desa di daerah Chiapas, Meksiko. Aksi-aksi mereka, sebagai tanggapan atas diberlakukannya kebijakan-kebijakan pasar bebas, menginspirasikan ide-ide perlawanan bagi banyak orang di seluruh dunia. Sejak tanggal tersebut, orang-orang mulai meningkatkan komunikasi diantara sesamanya, saling mendengarkan dan mempelajari tentang ide-ide beserta aksi-aksi dari individu lainnya. Koordinasi global, desentralisasi dan aksi-aksi anti-kapitalis telah dilangsungkan, memperlihatkan bahwa perlawanan terhadap penindasan dan dominasi sangat jauh berbeda dengan apa yang telah dilakukan oleh kita di waktu yang lampau. Kita telah dihadapkan pada kenyataan bahwa sesuai dengan perkembangan musuh kita, maka bentuk resistensinyapun harus berkembang: seperti kerusuhan yang ditimbulkan di London pada tanggal 18 Juni lalu hingga penggagalan sidang WTO di Seattle di penghujung akhir tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anarki juga tetap merupakan perlawanan berskala kecil, tentang penentangan individual terhadap penguasa dan saling bergabung untuk memperkuat diri. Setiap hari, kita dapat belajar cara-cara berhubungan dengan sesama tanpa harus membutuhkan penguasa atau dominasi, tetapi dengan respek yang saling menguntungkan, membangun sebuah dunia yang kita inginkan saat ini juga --dalam hubungan sesama kita, dalam interaksi sosial dan juga dalam perlawanan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111289404590927161?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111289404590927161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111289404590927161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/04/anarki-sebagai-sebuah-visi.html' title='ANARKI SEBAGAI SEBUAH VISI'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111289313101722715</id><published>2005-04-07T09:57:00.000-07:00</published><updated>2005-04-07T09:58:51.023-07:00</updated><title type='text'>MINYAK, SEBUAH PROSES PEMBENTUKAN MUSUH BARU DAN RENCANA BUSH SEBELUM TRAGEDI 11 SEPTEMBER UNTUK MELENYAPKAN KEKUATAN TALIBAN</title><content type='html'>Belum lama ini, saya bersama beberapa kawan saya bersama-sama menyaksikan sebuah film perang produksi Hollywood, “We Were Soldiers” yang dibintangi oleh Mel Gibson. Biasa, kami dari dulu memang hobi menyaksikan film-film perang, dan kami berharap memang film ini akan seperti film “Braveheart”. Haha, biasa, kami kan termakan oleh iklan di media cetak yang mengatakan bahwa film ini diproduksi oleh produser yang juga membuat film kolosal seru “Braveheart” itu. Maka hari itu kami bersama-sama menonton film itu di bioskop, agak mahal memang, tapi ya kalau memang film itu bagus kan tidak ada ruginya kami mengeluarkan uang, toh film bagus jarang ada dan sampai masuk ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi baru dalam beberapa menit pertama saja, saya sudah merasa jijik, apalagi saat dalam salah satu adegannya, seorang serdadu AS mengatakan “I think I will die for my country.” Shit. Gitu banget. Dan bisa ditebak kelanjutan film ini, sebuah kisah heroik para serdadu AS di belantara Vietnam yang dalam kenyataannya AS kalah telak disana, dan hampir sepanjang film saya melihat bendera AS berkibar-kibar terus. Saya berharap bahwa film ini setidaknya akan seperti film “Platoon”, yang setidaknya tidak terlalu membesar-besarkan nama AS atau memperlihatkan bagaimana para serdadu AS itu adalah sosok pahlawan tanpa cela. Ehm, pernah nonton film “Platoon” kan? Itu tuh, film dimana serdadu AS digambarkan sebagai sosok manusia buas yang haus darah, sebuah film perang Vietnam yang berbeda dari yang lainnya (apalagi dengan film “Rambo”--yang kalau saja memang si Rambo beneran ada, maka tentu AS akan menang perang disana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ternyata film ini nggak seru. Dasar iklan. Saya lalu memperbincangkan film tersebut dengan kawan-kawan saya itu dengan duduk-duduk di tangga bioskop setelah film selesai diputar sambil menikmati pemandangan lalu lalang orang-orang di depan kami yang hilir mudik hendak nonton. Saya kemukakan kekecewaan saya tentang bagaimana di film itu serdadu AS terlalu jadi hero tanpa cela. Eh, teman saya bukannya turut berduka, tapi malah tertawa keras. Dia bilang, “Apa sih yang kamu harapkan dari film perang Hollywood? Lagipula apa kamu nggak tahu gimana Bush sekarang lagi rajin-rajinnya kampanye patriotik setelah kasus 11 September lalu itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmm, betul juga. Kalau begitu saya yang tolol mungkin ya? Gara-gara celetukan itu, pembicaraan kami jadi bergeser mengenai tragedi 11 September lalu dan semakin lama berkembang menjadi obrolan serius mengenai alasan AS melakukan penyerbuan ke Afghanistan. Seorang kawan saya, mati-matian membela Taliban dan melihat bahwa ini adalah sebuah perang agama, sebuah perang suci melawan kebathilan. Islam versus negara Barat. Yeah, dia memang seorang yang relijius. Tak ada salahnya apabila dia menganggapnya demikian, tapi bagi seorang kawan saya yang lain, itu bukan sekedar perang agama karena seandainyapun para penduduk dan pemerintah Taliban itu beragama Kristen misalnya, maka perang akan tetap berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan berkembang lagi menjadi sebuah diskusi yang cukup panas, tapi saat jarum jam tangan saya menunjukkan pukul sembilan malam dan mendadak ingat bahwa sebentar lagi angkutan kota akan penuh akibat jam bubar toko, maka kami memutuskan untuk pergi. Ya, kami pulang. Tak ada kesan yang ditimbulkan oleh film tadi bagi saya, tapi justru obrolan kami setelahnyalah yang membuka mata saya tentang perang di Afghanistan lalu. Ah, tidak terlalu rugi film tadi tidak seru sekalipun, toh saya mendapat sesuatu. Berikut ini akan saya paparkan apa yang saya dapat tersebut dan saya berbahagia bisa membaginya dengan kalian semua. Sharing is the best way to communicate…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 2001, negosiasi antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Taliban gagal. Dick Cheney, seorang perwakilan bagi pengembangan industri minyak AS berusaha untuk merayu dan bahkan memaksa dan pada akhirnya menuntut agar Taliban menerima ide tentang jalur pipa minyak/gas--yang dikontrol oleh kepentingan bisnis AS--akan dibangun segera melalui Afghanistan menuju ladang minyak Asia Tengah yang juga akan segera dibangun. Saat Taliban menolak hal tersebut, Departemen Pertahanan AS mulai menyusun rencana untuk menggulingkan pemerintahan Taliban dan mendudukan penguasa-penguasa baru yang tunduk kepada segala keputusan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang jurnalis John Pilger pada November 2001 lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerangan terhadap gedung kembar WTC memberikan sebuah pemicu dan pembenaran bagi Bush dan Washington. Menteri Luar Negeri Pakistan, Niaz Naik mengatakan bahwa ia telah dikabari oleh berita resmi AS pada pertengahan Juli, bahwa aksi militer AS terhadap Afghanistan akan dimulai pada pertengahan Oktober. Sekretaris Negara AS, Collin Powell dalam kunjungannya ke Asia Tengah, telah meraih dukungan untuk membangun sebuah 'koalisi' perang anti-Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Washington, masalah utama dengan Taliban bukanlah soal pengabaian hak asasi manusia seperti yang selama ini terjadi disana. Ini semua adalah soal ladang minyak. Dick Cheney sendiri berkata, "Saya tidak dapat membayangkan saat kita mendapatkan sebuah wilayah regional yang secara langsung menjadi daerah strategis sebagaimana lautan Kaspia." Inilah masalah utama dari penyerbuan AS ke Afghanistan, untuk membangun jalur minyak/gas dari laut Kaspia dan daratan Asia Tengah yang kaya akan bahan bakar minyak bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, Taliban yang berkuasa pada tahun 1996, para pemimpinnya tidak hanya disambut hangat oleh Washington, mereka juga diundang ke Texas dimana George W Bush dan para eksekutif dari perusahaan minyak Unocal memberikan sebuah penawaran kerjasama bisnis; Taliban akan mendapatkan keuntungan sebesar 15% dari hasil pembangunan industri minyak tersebut. AS mengamati bahwa apabila Taliban setuju untuk memberikan saluran bagi minyak dari Kaspia, maka Afghanistan segera akan menjadi "seperti Saudi Arabia", sebuah koloni minyak yang tak perlu lagi memikirkan masalah demokrasi ataupun hak-hak perempuan. "Kita bisa hidup darisana" ujar Bush. Tetapi perjanjian yang akan segera ditandatangani tersebut gagal saat dua buah gedung Kedubes AS di Afrika Timur dibom dan Al-Qaida dituduh sebagai penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terjadi penyerangan terhadap Kedubes dan kapal induk USS Cole dilakukan, masih dalam pemerintahan Clinton, Bush telah berusaha untuk bernegosiasi dengan Taliban dan mempersilakan mereka untuk tetap berkuasa dengan syarat mereka memberi jalan bagi AS untuk membangun jalur pipa minyak/gas disana. Saat Taliban menolak, secara mendadak mereka menjadi musuh nomor satu bagi Bush sebelum 11 September. Alasan penyerangan Afghanistan adalah bahwa Afghanistan telah menolak menyerahkan Osama bin Laden yang mempunyai keterkaitan dengan pemboman dua gedung Kedubes di Afrika trersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya seperti yang telah banyak orang-orang di AS sendiri ketahui, bahwa sebelum tragedi 11 September, badan intelejen AS menyiarkan kabar bahwa mereka telah mencium rencana Al-Qaida untuk melakukan serangan terhadap AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membiarkan serangan terhadap AS terjadi, Bush justru banyak mendapat keuntungan dengan cepat. Serangan brutal terhadap penduduk AS justru akan membuat alasan Bush melakukan serangan militer menjadi sesuatu yang dapat diterima dengan tanpa banyak pertanyaan. Faktanya, bila para teroris memang sepintar itu tentang situasi sebelum 11 September, mungkin mereka justru tidak akan melakukan penyerangan terhadap kedua gedung kembar WTC. Tetapi bagaimanapun juga, bila pesawat yang penuh berisi penumpang digunakan sebagai misil untuk meledakkan WTC maka jelas bahwa memang akan ada orang-orang yang dikorbankan demi kepentingan minyak AS. Bagi Bush, sepuluh, seratus atau bahkan seribu atau juga berapapun nyawa yang harus dikorbankan, semuanya akan dibenarkan demi kepentingan pemerintahan Bush untuk memberikan sebuah alasan untuk memulai perang dan mengkonsolidasikan kekuatannya di AS sendiri dengan mengkampanyekan patriotisme, serta menghasut seluruh dunia dengan alasan memerangi terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fran Shore, menyatakan bahwa invasi militer ke Afghanistan adalah berupa “pemapanan titik-titik pengaman yang ditempatkan sesuai dengan rute jalur pipa minyak yang diusulkan. Lebih jauh lagi, Harmed Karzai, yang kini menjadi salah seorang pemimpin di Afghanistan adalah seorang mantan konsultan bagi Unocal. Saat ini Karzai membantu pengefektifan pembangunan pipa minyak disana.” Dan perlu diperhatikan, “Khalizad… seorang penasihat Unocal di tahun 1990, adalah seorang yang terlibat dalam pembicaraan mengenai jalur minyak antara Bush dan Taliban bulan Juli 2001 lalu. Kini Khalizad menjadi wakil AS dalam pemerintahan Afghanistan setelah Taliban.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yap. Misteri siapa pelaku tragedi 11 September memang belum jelas benar, tetapi setidaknya kita memiliki gambaran bukan, tentang bagaimana AS sangat diuntungkan oleh tragedi tersebut. Ah, hidup ini memang tidak dapat ditebak. Seperti juga bagaimana saat saya berharap film tadi akan seperti “Braveheart” yang ada malah film perang kacangan dengan efek yang lumayan canggih. Tapi tentu, sekali kacangan akan tetap kacangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111289313101722715?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111289313101722715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111289313101722715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/04/minyak-sebuah-proses-pembentukan-musuh.html' title='MINYAK, SEBUAH PROSES PEMBENTUKAN MUSUH BARU DAN RENCANA BUSH SEBELUM TRAGEDI 11 SEPTEMBER UNTUK MELENYAPKAN KEKUATAN TALIBAN'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111289288184538042</id><published>2005-04-07T09:53:00.000-07:00</published><updated>2005-04-07T09:54:41.850-07:00</updated><title type='text'>JENIN, GOUND ZERO... GROUND ZERO...</title><content type='html'>Kita memang tidak merasakan apa-apa disini, begitupun diriku. Selesai membaca buku "End Times" malam itu dan membayangkan bahwa apa yang penulisnya ungkapkan tentang bagaimana dunia ini akan penuh dengan perang pada tahun 2007, imajinasinya ternyata lumayan tepat. Dimulai dengan penyerangan terhadap Afghanistan, perang global rasanya telah dimulai saat ini. Aku hanya menghela nafas. Kurogoh saku jaketku dan kukeluarkan sebuah lembaran kertas coklat yang lusuh karena kulipat sebelum kumasukkan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebaran ini kudapat saat aku sedang berjalan-jalan tadi siang dan berpapasan dengan sebuah demonstrasi beberapa ormas Islam mengecam Israel. Iseng kubuka lipatan kertas itu dan kubaca lirih. Ah... lagi-lagi, semua hal seperti ini selalu dipandang dari sudut agama. Sesuatu yang tidak akan ada akhirnya menurutku. Bagaimana tidak, perang Israel-Palestina sama sekali bukan perang agama, dan menurut agenda neo-liberal ini Israel hanyalah merupakan negara sebagai anjing penjaga ladang minyak Amerika yang akan didirikan di TImur Tengah. Sama sekali bukan soal Islam atau bukan, tapi soal minyak. Ah, jadi bicara soal konflik Israel-Palestina...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutarik kaosku dan dari baliknya kukeluarkan sebuah majalah Time edisi terbaru yang kucuri dari sebuah swalayan tadi sore. Agak lusuh memang, tapi tak mengapa. Toh aku ingin materi yang ada di dalamnya, bukan sekedar tampilan majalahnya. Kali ini yang dibahas adalah soal konflik Israel-Palestina. Menarik sekaligus membuatku menarik nafas panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, manusia memang spesies yang aneh. Kita gemar memangsa spesies kita sendiri, tapi kita juga tidak mau disebut kanibal. Aneh memang melihat bagaimana orang bisa terbiasa melakukan sebuah pembunuhan atau bahkan pembantaian. Dan yang kulihat dalam halaman-halaman majalah Time ini adalah orang-orang Palestina yang tergeletak penuh darah dalam keadaan tak bernyawa lagi. Tak pernah ada spesies lain yang memiliki kebiasaan memangsa sesama spesiesnya selain manusia. (Bila ada lagi spesies lain, kasih tahu ok?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua laporan dari para jurnalis yang awalnya tidak diijinkan untuk masuk ke daerah lokasi pembantaian di Jenin tersebut. Saat para jurnalis berhasil menembus blokade untuk melihat sendiri kondisi Jenin akibat serangan Israel, seorang reporter koran Independent dari Inggris, Justin Huggler, mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pekerja Medis dan pengamat kemanusiaan mulai menyebut daerah ini sebagai ground zero (daerah kosong). Semua tayangan televisi yang meliput daerah ini sama sekali tidak menyiarkan gambar sesungguhnya. Kamu harus datang kemari untuk berjalan di atas debu dan reruntuhan yang dulunya merupakan rumah-rumah, memilih untuk melangkahkan kakimu di antara kepingan-kepingan hidup mereka, buku-buku sekolah anak-anak dan sobekan-sobekan pakaian. Kamu akan mencium bau kematian yang muncul dari setiap sudut. Reruntuhan menara-menara masih menjulang tinggi di atasmu dan pekerjaan memindahkan potongan-potongan tubuh dari tempat itu bukanlah pekerjaan mudah, dapat membunuh syarafmu dan sangat menakutkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terje Roed-Larsen, seorang utusan dari PBB yang bertugas di daerah Timur Tengah, mengunjungi area yang menderita kerusakan paling parah di Jenin dan mendeskripsikan situasi disana sebagai "sangat mengerikan lebih daripada yang dapat kita percaya." Aksi Israel tersebut tidak dapat dijustifikasi apapun alasan obyektif militernya. Dia berkata, menuntut Israel agar membuka daerah tertutup disana bagi petugas-petugas dan bantuan kemanusiaan, "Jenin akan menjadi sebuah noda dalam sejarah perkembangan negara Israel."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usahanya meredam bangkitnya kemarahan internasional, pemerintah Israel menyebarluaskan propaganda yang mengatakan bahwa tragedi di Jenin sama sekali bukan sebuah pembantaian. Memangnya bagaimana sebenarnya deskripsi dari kata pembantaian itu sendiri? Yeah, tentara Israel memang tidak membariskan orang-orang di depan tembok dan menembak mereka seperti yang sering dilakukan oleh tentara Nazi, tetapi menghancurkan rumah-rumah dengan bulldozer sementara para penghuninya masih di dalam kukira tetap dapat dideskripsikan sebagai sebuah pembantaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen Israel yang mengatakan bahwa aksi tersebut dapat dijustifikasi karena Jenin dianggap sebagai "ibukota" para pelaku bom bunuh diri, tetap tidak dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ya, kalian bisa mencoba membuka sebuah laporan dari Brian Whitaker di Guardian. Disana Israel telah dianggap melanggar hukum internasional yang menyatakan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pasukan Israel sadar bahwa mereka menyerang sebuah kamp pengungsi yang padat populasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Setelah pertempuran berakhir, Israel melarang petugas medis dan bantuan kemanusiaan untuk memasuki wilayah tersebut, bahkan beberapa petugas medis ikut diserang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tentara Israel membulldozer rumah-rumah tanpa melakukan pengecekan apakah penghuninya masih ada di dalamnya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mereka menggunakan tawanan sebagai perisai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mereka menembak mati orang-orang Palestina yang telah menyerah atau sedang dalam proses menyerahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah ditulis dalam artikel sebelumnya di deretan kolom ini, AS telah berencana menguasai ladang minyak Asia Tengah yang juga akan dibuat jalurnya menuju laut Kaspia. Tentu dibutuhkan negara penjaga yang sangat dekat dengan AS dan negara tersebut bertempat di kawasan tersebut: Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ aku tersadar, bahwa konflik Israel-Palestina bukanlah sekedar konflik agama, tapi ini adalah konflik bagi perlawanan politik imperialisme modern yang dioperasikan oleh AS dan sekutu-sekutunya. Memang gelombang perlawanan di Palestina yang semula dipicu oleh perebutan tanah memang diperkuat oleh konflik agama, terlebih lagi saat belum lama ini Ariel Sharon secara sengaja mengunjungi Masjidil Haram yang sangat disucikan oleh umat Islam yang tentu merupakan penghinaan terang-terangan; dan kasus tersebut memicu munculnya gerakan New Intifada, sebuah gerakan perlawanan baru yang sebelumnya sempat padam, dan kali ini didukung oleh mayoritas umat Islam di seluruh negeri. Ya, ini bisa seakan terlihat seperti konflik agama, tapi kupikir tidak seharusnya aku hanya melihat dari sisi tersebut, aku harus melihat alasan-alasan tindakan yang diambil oleh Sharon dan tentu sekutunya, Bush. Jawabannya? Ini bukan sekedar konflik agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan orang yang beragama Islam, tapi kurasa aku akan berada di pihak mereka yang memposisikan dirinya menentang ekspansi ekonomi dan militer Israel-Amerika, dengan kata lain aku juga memposisikan diriku pada pihak rakyat Palestina. Kupikir tidak hanya orang Islam yang marah akibat tragedi tersebut, dan rasanya sudah bukan waktunya lagi bagi kita untuk melihat konflik tersebut sekedar sebagai konflik agama. Sudah waktunya kita saling menggenggam erat tangan saudara-saudari kita baik yang seagama atau tidak dan memposisikan diri kita pada mereka yang berani berdiri saat semua disekelilingnya telah duduk dan bertekuk lutut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111289288184538042?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111289288184538042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111289288184538042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/04/jenin-gound-zero-ground-zero.html' title='JENIN, GOUND ZERO... GROUND ZERO...'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111289248687993971</id><published>2005-04-07T09:45:00.000-07:00</published><updated>2005-04-07T09:48:42.650-07:00</updated><title type='text'>MENJUAL DIRI KITA</title><content type='html'>(Kenapa dengan "menjual barang-barang" secara inheren merupakan hal yang kontra-revolusioner)&lt;br /&gt;Lihatlah komunitas Hardcore, dari jauh… apa yang kamu lihat? Tanda-tanda paling jelas akan eksistensi kita, selain band-band yang bermain dalam pertunjukkan pertunjukkan adalah zine dan rekaman yang kita jual, dimana dalam tiap-tiap halaman zine tersebut kamu akan melihat berbagai advertising bagi zine, rekaman, dan produk-produk lainnya. Selain dari advertising, biasanya hal lain yang paling banyak terdapat dalam zine-zine tersebut adalah review rekaman, review zine, serta sepuluh terbaik produk-produk yang berhubungan dengan jual dan beli. Foto-foto band Hardcore yang bergaya mengenakan berbagai macam baju dengan gaya-gaya khusus (kaos band, tato, dll), hal ini secara tidak langsung mangatakan pakaian dan perlengkapan yang tidak murah ini adalah bagian intrinsik dari keterlibatan seseorang dalam suatu scene Hardcore. Dan ketika kamu makin terlibat dalam dunia Hardcore maka kamu akan menemukan diri kamu menyempatkan diri menghabiskan waktu membeli dan menjual barang-barang. Kamu mulai datang ke lebih banyak pertunjukan dan membeli rekaman serta zine yang kamu dengar, kamu membeli kaos sebuah band serta berbagai pakaian dan asesoris, menindik atau mentato serta ingin kelihatan mirip seperti teman-teman kamu yang sudah lebih dulu berada dalam komunitas tersebut. Kamu mulai membuat zine kamu sendiri dan mulai khawatir tentang bagaimana membeli peralatan dan mendanai foto kopi… untuk kemudian berpikir bagaimana menjualnya. Kamu juga mulai membuat band kamu sendiri; dan khawatir bagaimana membuat demo dan menjual demo tersebut; belum lagi bagaimana membeli peralatan dan dibayar berapa setelah pertunjukkan; kamu mulai membangun distro dan berpikir bagaimana menjual semua barang yang kamu pesan; kamu memulai label rekaman; dan mulai memikirkan menjual rekaman; membeli serta memasang advertising untuk semakin banyak menjual rekaman, dan lebih banyak lagi membeli dan menjual. Gambaran ini sepertinya merupakan tema umum dalam komunitas Hardcore pada saat ini, kalau tidak bisa dibilang tema utama: EKONOMI. Hal utama yang mengidentifikasi seseorang terlibat dalam komunitas Hardcore adalah rekaman dan zine yang ia beli; orang-orang yang terlibat dalam komunitas ini secara mendalam juga biasanya menghabiskan sebagian besar waktunya… memikirkan masalah ekonomi… khawatir akan uang, tentang bagaimana mempromosikan produk-produk mereka, tentang penjualan dan keuntungan, karena itu pula kebanyakan proyek yang dilakukan dalam komunitas Hardcore pada saat ini biasanya berorientasi bisnis dan dilakukan para bisnis enterprise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua diatas ini tentu saja bukan mengatakan kita tidak harus menjual produk sehingga tidak dapat membuat produk tersebut apalagi sehingga membuat kita tidak dapat membaginya dengan orang lain,karena bagaimanapun juga kita harus ingat bahwa kita hidup dalam masyarakat kapitalis yang tidak memungkinkan mendapatkan sesuatu dengan gratis. Tapi jika ini adalah kasusnya, maka kita harus lebih waspada dalam cara kita melakukan bisnis, juga dalam pencarian alternatif sehingga kita tidak hanya dibatasi oleh satu bentuk interaksi saja. Jika kita benar-benar tertarik untuk mentransformasikan kehidupan kita secara fundamental daripada terus menjadi sekedar sebuah subkultur. Membeli dan menjual seharusnya hanya memilliki peranan kecil dalam komunitas kita daripada yang telah terjadi saat ini. Seharusnya sudah sangat jelas dengan melihat eksploitasi yang dilakukan korporasi pada semua subkultur seperti hippie, (pop) Punk, dan ribuan subkultur… .dimana anak-anak mudanya hanya memfokuskan diri pada produk dan imagi untuk menarik perhatian korporasi dan menjadi bagian dari sistem tersebut… adalah mereka hanya mimpi jika berharap merubah keadaan sekarang dengan ikut di dalam sistem karena kita tidak bisa mengalahkan "the man" dalam permainan mereka. Lagipula, masih terdapat banyak interaksi yang bisa dicoba… yang mungkin lebih baik bagi semua orang dibandingkan sekedar bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJUAL SESUATU BUKANLAH "KEMAJUAN"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, dan yang terpenting kita musti mengingat dengan menjual barang-barang bukan berarti mencapai satu pencapaian. Hanya karena lebih banyak anak-anak yang membeli rekaman-rekaman Hardcore tahun ini dari sebelum-sebelumnya bukan berarti ide yang terdapat dalam rekaman-rekaman Hardcore tersebut mempunyai dampak bagi sebagian orang yang mendengarkannya. Faktanya… metode-metode promosi dan distribusi yang bekerja meningkatkan penjualan rekaman tersebut ternyata juga bekerja mengganggu perhatian (baik pemilik label rekaman maupun pembeli rekaman tersebut) dari ide sebenarnya di balik rekaman tersebut. Jual dan beli merupakan fondasi ekonomi kita di Amerika Serikat maupun Eropa… konsekwensinya hal tersebut merupakan fokus sentral dalam kehidupan kita. Kita menghabiskan setengah dari waktu aktif kita dalam sehari pada karir… karir-karir yang hampir semuanya memfokuskan diri menjual barang atau menawarkan jasa kita… atau mempromosikan penjualan-penjualan tersebut… dan apa yang kita dapat dari ini semua? Perusahaan-perusahaan yang menjual produk-produk paling tidak bergunalah yang paling banyak menjual, hal ini disebabkan mereka menghabiskan banyak uang bagi advertising dan promosi produk air hitam dalam botol ini. Korporasi-korporasi besar ini menghancurkan lingkungan (McDonald's, Exxon, dll) binatang (industri daging dan produk olahan binatang), mendanai penindasan manusia lainnya (Pepsi), mempromosikan produk yang membunuh manusia (industri tembakau) dan pelanggaran serta membayar rendah pegawainya (Nike dan semua korporasi yang ada di otak saya)… semua ini atas nama keuntungan profit, karena profit merupakan goal yang paling utama dari ekonomi yang dibangun demikian. Korporasi yang tidak gencar menjual barang-barang, serta tidak agresif hanya akan mati, sementara korporasi yang bertindak dengan sedikit atau sama sekali ketidak pedulian akan bumi dalam pengejaran mereka bagi angka penjualan semakin mendominasi ekonomi (juga dunia) ketika "menjual" adalah hal yang paling penting. Produk-produk seperti pertunjukkan televisi yang jelek, film-film "low budget", dll) mendapatkan tingkat penjualan yang luar biasa dalam sistem ini serta mendominasi hidup kita… karena murah dan dianggap cukup memuaskan oleh sistem. Karena masyarakat kita memperlakukan "menjual barang" sebagai satu goal daripada arti… kita hidup dalam dunia yang sudah ancur-ancuran. Apakah kita perlu mengikuti jejak masyarakat mainstream dalam komunirtas kita dengan mengkonsentrasisasikan diri dalam interaksi ekonomi? Jika kita tidak berhati-hati kelihatannya sangat memungkinkan sistem tersebut berdampak sama bagi komunitas Hardcore dengan apa yang terjadi di masyarakat mainstream… Hal ini untuk mengatakan Label rekaman serta berbagai bisnis dalam komunitas Hardcore lebih peduli pada dampak yang dihasilkan penjualan produk-produk mereka daripada nilai barang tersebut yang sebenarnya dan lagi hal ini hanya akan membuat kekuatan dan pengaruh satu scene akan terakumulasi dan terfokus pada satu bagian… yaitu yang paling banyak menjual… karena meskipun banyak label-label lain yang peduli dengan binis yang mereka lakukan… idak akan bisa bertahan terhadap kompetitor besar yang lebih kuat… pada akhirnya meskipun seorang anak yang peduli pada isu-isu seperti konsumerisme memilih untuk mendukung label/independen yang non profit… tetapa saja label yang paling kelihatan adalah yang mengkonsentrasikan diri sepenuhnya hanya pada jualan dan tidak memikirkan hal lain sama sekali. Faktanya… jika kamu memang perhatian… inilah yang saat ini terjadi dalam komunitas Hardcore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADVERTISING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu menjual sesuatu maka kamu perlu orang lain tahu barang tersebut dapat mereka beli atau cari padamu, hal ini yang membuat advertising menjadi bagian fundamental cara berbisnis kita pada saat ini, baik didalam maupun diluar komunitas Hardcore. Hal ini memiliki dampak dua arah. Yang pertama adalah advertising yang menggunakan trik "produk paling murah", yang menonjolkan kualitas penting suatu produk (dengan mengasumsikan produk tersebut memiliki kulaitas penting… padahal…) yang membuat orang-orang percaya untuk membeli barang-barang tidak berguna. Yang kedua adalah advertising dengan cara yang jujur, sedangkan dalam komunitas Hardcore biasanya advertising menyebabkan perasaan menjual dan membeli suatu barang akan menyelesaikan semua masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Bagaimana Advertising bekerja dalam masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya korporasi-korporasi besar yang menggunakan advertising untuk menjual produk mereka tidak peduli dengan konsumen mereka. Penjualan dan keuntungan merupakan motifasi utama, jadi mereka mengiklankan produk mereka dengan semua cara untuk dapat menjual produk tersebut. Advertising seperti ini menggunakan pengontrolan pikiran: perusahaan membayar agen advertising seperti halnya seseorang membayar seorang psikolog untuk memikirkan figur serta imej yang akan menjual produknya dengan efektif. Hal yang membuat iklan mobil di TV banyak menggunakan perempuan cantik (versi mereka), juga kenapa iklan pasta gigi menggunakan data statistik yang tidak perlu, hal ini juga yang menjelaskan kenapa dalam iklan-iklan soda dan jeans terdapat banyak hal yang tidak berhubungan dengan Soda dan Jeans. Imej-imej ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kegunaan berguna produk tersebut bagi orang yang menonton TV, tetapi imej-imej itu seakan-akan membuat produk tersebut berguna bagi mereka yang melihatnya. Jika kamu benar-benar peduli pada orang, kamu dapat melihat dampak advertising ini pada orang-orang… yang saya bilang… TIDAK ETIS. Sayangnya, iklan-iklan inilah yang menjual produk-produk dengan efektif… bahkan dalam scene Hardcore. Coba saja lihat dalam majalah-majalah Hardcore… maka kamu dapat melihat beberapa iklan yang tidak ada hubungannya dengan produk yang mereka jual, daripada menggunakan ruang yang disediakan untuk menceritakan tentang rekaman yang mereka jual, bagaimana kira-kira musiknya serta tema-tema apa saja yang mereka bawakan, iklan tersebut hanya diisi slogan-slogan atau gambar-gambar lucu yang mendorong konsumerisme. Sebuah contoh yang baik adalah iklan TrustKill Records yang menampilkan gambar seorang anak perempuan sedang mencium seorang anak laki-laki sambil mengatakan "teman laki-laki saya membelikan saya rekaman-rekaman terbaru TrustKill", ini tidak banyak menceritakan pada kamu tentang rekaman-rekaman tersebut… ini adalah penggunaan kelucuan ditempelkan dalam kepalamu hingga membuat kamu tertarik untuk membeli rekaman-rekaman keluaran TrustKill… saya pikir idenya adalah jika kamu membeli rekaman TrustKill maka kamu akan meluluhkan hati gadis tetanggamu… seperti halnya ide-ide implisit dalam iklan-iklan mobil yang membuat membeli mobil membuat kamu menarik perhatian para perempuan (imej sukses adalah seorang perempuan "beserta juga mobilnya")… .contoh iklan lain adalah iklan Edison yang menyatakan "The Grace of Brutality" di depan foto seorang anak kecil Vietnam yang bajunya terbakar napalm tentara Amerika… ini sama sekali tidak memiliki selera… menggunakan imej seorang manusia yang sengsara oleh generasi tua Amerika dan kemudian digunakan generasi keduanya untuk menjual musik. Hal ini masih masuk akal jika rekaman tersebut bermaksud mengangkat isu tersebut, tetapi ini bukanlah ceritanya, mereka malah mengatakan perang memiliki "Riff Metal yang jahat," saya kamu harus membuat orang lain tertarik. Tetapi tentu saja akan lebih baik bila seorang anak lebih tertarik pada apa yang dikatakan advertising tersebut daripada seberapa lucu atau kerennya advertising tersebut. Maka para pengiklan akan dengan lebih jujur menginformasikan tentang produk yang dijualnya tanpa berusaha menjual produk tidak berguna mati-matian, kita dapat menghindari aspek-aspek negatif advertising. Bukankah adalah suatu hal yang kontradiktif ketika sedang membalik-balik sebuah majalah Hardcore yang seharusnya berisi bagaimana merubah dunia, melakukan hal-hal yang positif dengan hidup kita, dll… tetapi malah melihat ribuan perusahaan rekaman berteriak "BELILAH PRODUK KAMI." Jika kamu benar-benar peduli pada kami, gunakanlah iklan kamu untuk menceritakan kenapa kami harus membeli produk-produk tersebut, daripada hanya sekedar memanipulasi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Hal lain yang perlu dituliskan disini seputar isu Advertising.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Advertising menggunakan trik psikologis untuk menjual adalah dengan menggunakan imej. Sebagai contoh: iklan sabun yang menampilkan seorang ibu muda menarik yang sedang membersihkan anaknya yang berkelakuan baik, sementara suaminya yang tampan santai-santai di latar belakang. Ini tidak lagi hanya sekedar menjual sabun tetapi sekaligus menjual "Keluarga Sempurna"… Hal yang membuat sabunnya sendiri sama sekali tidak didiskusikan dalam iklan tersebut. Sugesti yang ada dibalik iklan tersebut adalah jika kamu membeli sabun tersebut maka akan membuat kamu berstatus memiliki keluarga sempurna yang bahagia. Kedengarannya ini tidak masuk akal dan sangat jauh tetapi coba percayalah karena saya pernah belajar di seni rupa; jika tidak maka ribuah bahkan jutaan agen advertising diseluruh dunia tidak akan menggunakan cara ini berulang-ulang untuk membuat orang membeli produk yang mereka tawarkan. Tentu saja hal yang sebenarnya adalah KETIKA KAMU MEMBELI SABUN maka SABUNLAH YANG KAMU DAPATKAN… karena di dalamnya tidak termasuk keluarga sempurna yang bahagia. Tetapi suggesti ini masih bekerja… karena kamu toh membelinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek-efek yang sama juga terdapat dalam advertising-advertising Hardcore, seperti yang juga terdapat dalam zine-zine keluaran KKK, yang menyatakan bagaimana "revolusionernya" produk yang dijual. Dimana advertising ini pada akhirnya bekerja sama halnya seperti iklan sabun: iklan tersebut menciptakan impresi dengan membeli rekaman atau zine akan membuat Revolusi datang bersama barang-barang tersebut, sementara kita tahu hal itu tidak akan pernah terjadi. Lebih parah dari ini ketika kami menggunakan advertising bagi barang-barang yang dijual pemikiran revolusioner dan slogan hanya menjadi alat-alat marketing yang mendorong anak-anak untuk membeli… bukannya membuat perubahan. "Smash the State" yang sebelumnya berarti "Usaha luar dan dalam untuk menumbangkan pemerintahan dan stuktur kekuatan menindas yang dibangun dalam masyarakat kita" pada saat ini berarti "belilah rekaman terbaru dari Chokehols!" atau juga "hapuskan militerisme" dengan logo lingkaran A serta nama Kras Kepala yang banyak terdapat di Bandung dikira orang sebagai iklan rekaman band dan bukan propaganda. Belum lagi apa yang sebelumnya merupakan keinginan bagi revolusi yang sebenarnya telah ditukar dengan motivasi untuk mengkonsumsi produk dan tetap menjaga perputaran roda sistem yang ada terus berjalan. Untuk meringkasnya: Apakah kamu menggunakan band, rekaman, zine serta semua produk yang kamu lakukan untuk "menjual" revolusi atau kamu menggunakan "revolusi" untuk menjual produk-produk tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini… pembeli sendiri yang menentukan untuk tetap mengingat membeli barang-barang yang berhubungan dengan Hardcore tidak dengan sendirinya menyelesaikan masalah. Ini adalah hasil akal sehat, tetapi advertising seringkali mengaburkan isu… dan hal tersebut tergantung label untuk tidak tergoda tantangan membuat iklan yang kelihatannya menyarankan dengan membeli produk (baca: produk adalah kotoran aktivitas) serevolusioner apapun akan menyelesaikan semua permasalahan begitu saja. Label-label seharusnya memastikan dalam iklan-iklan mereka bahwa yang mereka jual adalah alat-alat bagi revolusi, bukan revolusi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA MEMBELI PRODUK BERDAMPAK BAGI PEMBELI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Advertising, terdapat kemunduran-kemunduran lain yang terjadi dalam komunitas Hardcore. Yang terbesar adalah uang yang digunakan untuk membeli produk-produk tersebut harus datang dari suatu tempat. Semakin banyak rekaman, zine, kaos band, dll yang dibeli seorang "anak Hardcore," semakin banyak uang yang dibutuhkannya. Selain itu tidak semua orang dapat hidup dalam jaringan Distro/Label/Tato. Jadi semakin banyak rekaman yang dibeli seseorang, semakin banyak ia memerlukan uang… yang berarti semakin banyak waktunya yang dihabiskan untuk bekerja mendapatkan uang! Coba saja baca bagian lain tulisan yang membahas tentang pekerjaan dan ini adalah hal yang TIDAK AKAN KAMI DUKUNG SAMA SEKALI. Perlu diingat seseorang tidak saja membeli produk-produk Hardcore karena mereka juga harus membeli barang keperluan sehari-hari. Dalam komunitas Hardcore KITA MENJUAL BARANG MEWAH bukan BARANG POKOK yang diperlukan sehari-hari. Tidak peduli berapa banyak rekaman, zine, dan beragam produk yang kamu beli kamu tetap saja harus membayar buat makan, sewa rumah, pakainan, dll. Jadi bisnis kounterkultur ini hanya mendorong orang melakukan pekerjaan yang tidak mereka sukai hanya untuk membeli produk-produk yang kita jual. Sebagaimana DIY atau independennya Label kita, mereka sama sekali belum berkompetisi terhadap bisnis besar, karena bisnis besar memiliki monopoli lengkap akan barang dan jasa yang kita perlukan untuk survive. Tidak peduli seberapa banyak CD tanpa barcode yang kamu miliki semua makanan, sewa rumah dan berbagai keperluan yang kamu pakai masih menggunakan barcode… yang berarti sama aja goblok! Jadi menjual barang-barang seperti rekaman dan zine pada saat ini HANYA membantu status quo dengan membuat orang harus bekerja di tempat-tempat busuk. Saya tidak bilang pekerjaan tersebut tidak sepatutnya mereka lakukan jika saja nilai barang-barang tersebut mempunyai efek positif yang lebih besar dari efek negatifnya (kerja nggak ada yang positif teman… percaya deh!). Hal paling mendasar dan berharga yang seharunya kita perjuangkan saat ini adalah membebaskan diri kita secara permanen diri sistem kerja, daripada menghabiskan enerji kita menjual barang mewah seperti rekaman sementara hidup kita berputar di sekitar membuang-buang waktu dan membuang-buang potensi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA MENJUAL PRODUK BERDAMPAK PADA PENJUAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu mengkonsentrasikan diri menjual barang seperti semua orang yang terperangkap dalam pertukaran ekonomi saat ini, sangat gampang sekali untuk melupakan apa goal yang sebenarnya ketika kamu pertama kali memulai ini semua. Untuk berfungsi maksimal menyebarkan keluaran-keluaran kamu, tidak peduli seberapa baik niat kamu, biasanya kamu khawatir (saya sering kok ngerasainnya… ) merugi dan hanya mendapatkan sedikit keuntungan hingga tidak dapat diputar untuk menjalankan proyek selanjutnya… dan dalam tingkatan tertentu kamu melihat "pangsa pasar" sehingga barang kamu kelihatan menjual disitu (kalian yang baca tulisan ini sebelumnya telah kami reduksi sebagai sekedar nomer-nomer target pembaca dalam kepala kami hehehe). Biasanya mereka yang lebih banyak berkompromi sehingga barang yang mereka tawarkan terjual tidak memiliki masalah dalam penjualan, jadi produk yang dengan efektif mudah didapat oleh orang adalah produk yang pesan-pesannya telah kabur oleh kompromi, produk yang sudah menjadi tidak seperti yang diinginkan pembuatnya. Kamu harus berkompetisi dalam penjualan dengan yang lainnya yang mungkin memiliki goal yang sama denganmu, yang kadang menciptakan anonimitas yang tidak perlu serta membuat kita saling berseberangan dan bukannya bekerja bersama-sama, yang juga sebenarnya lebih efektif dalam menyelesaikan satu permasalahan. Kompetisi ini membuat kamu berpikir untuk menjual dengan kompetitif, yang membuat kamu berfikir naiknya tingkat penjualan adalah suatu kemajuan, sementara sebenarnya hal-hal yang kamu lakukan untuk mencapai tingkat penjualan tersebut berlawanan dan menghianati tujuan awal ketika kamu memulai ini semua. Jika kamu memulai menjual dan mencoba menyebarkan beberapa macam ide, kamu menemukan diri kamu hanya memiliki sedikit waktu memikirkan ide tersebut, untuk membicarakannya dengan orang lain, untuk mengerjakan dan menjaganya pertumbuhannya. Kamu hanya akan peduli pada aspek-aspek praktis, Tidak ada lagi waktu lagi untuk membaca buku karena kamu harus menjawab mail order atau membeli spot iklan. Kamu menghabiskan waktu menghubungi distributor-distributor daripada melakukan brainstorming dengan mereka-mereka yang memiliki ide-ide menarik untuk disumbangkan. PENJUALAN adalah satu-satunya yang ada dikepala kamu, dalam semua waktu dan menjadi sangat sulit untuk fokus pada tujuan awalmu, bahkan untuk sekedar mengingatnya… di antara belantara aspek-aspek praktis bisnis. Hal inilah yang membuat sangat banyak bisnis dalam komunitas Hardcore yang pada awalnya bermaksud baik dan kemudian ditransformasikan oleh kompetisi sehingga menjadi sekedar penjual yang memikirkan keuntungan. Menjual barang dapat membuat kamu seperti itu… melucuti semua ideal dan mimpi kamu hingga yang kamu pikirkan adalah keuntungan . Dan mereka-mereka yang memfokuskan diri pada profit tidak akan pernah dapat merubah apapun yang dapat membuat dunia ini sedikit lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERHATIAN-PERHATIAN LAINNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang berfikir banwa masalah dari pertukaran ekonomi (Ekonomi yang berputar disekitar membeli dan menjual) yang diciptakan manusia adalah bagian dari sistem yang tidak terpisahkan dari hidup. Analisa ini mensugestikan selama manusia hanya memilki akses pada barang dan pelayanan yang dapat mereka tukar dengan barang dan pelayanan mereka, umat manusia hanya kan selalu dipaksa menghabiskan waktu mereka melakukan hal yang tidak mereka senangi hanya sekedar mendapatkan sumber-sumber untuk survive)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikir yang menganggap ini adalah kekurangan dan kegagalan pertukaran ekonomi mengusulkan apa yang disebut "gift ecnomy"… dimana barang dan jasa tidak ditukar tetapi dibagi. Aspek diskusi masalah ini sangat rumit dan tidak bisa secara detail ditulis disini… permasalahan "exchange economy" VS "Gift Economy" bisa kalian cari di Harbinger edisi desember 2000 yang merupakan tabloid propaganda gratis kolektif CrimethInc. (tentu saja ada ongkos kirim buat kita)… lihat juga site mereka www.crimethinc.com dan kalian akan liat darimana tulisan-tulisan yang kami "buat" ini berasal… hihihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan: Ada Dua Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, diantara banyak hal yang kita lakukan dalam scene Hardcore kita tidak harus mengimitasi masyarakat mainstream dengan menjual satu sama lain barang-barang. Meskipun namanya yang bodoh Food Not Bombs seperti pada artikel yang ditulis Brian merupakan contoh kerja sama komunitas Hardcore yang memiliki dampak positif dan produktif bagi orang lain, jika kamu ingin aktif dalam komunitas Hardcore terdapat jutaan hal yang bisa kamu lakukan (hal yang lebih berguna…) kamu bisa memulai bisnis membuka label, atau menulis zine, atau melakukan suatu hal yang tidak harus kamu khawatirkan untuk terjual atau tidak, kamu bisa membuat dan mengorganisasi propaganda dan flyer, grup-grup aksi politis, grup-grup sport, atau klub membaca (ayo yang ini gua ikutan…), SDU (Self Defence Unit) anti POLISI, bagaimana kalau coba bikin squat kayak yang dilakuin Taring Padi di Yogya, mengorganisasi tempat-tempat terbuka buat manggung band-band, nulis artikel buat zine orang lain, mencari medium lain untuk ekspresi (ayo… vandalisme adalah seni… mobil dan kaca jendela adalah kanvas… molotov serta batu adalah kuas), tentu saja untuk melakukan proyek-proyek nggak berduit ini kita harus memiliki dukungan dari komunitas disekitar kita… topik yang nanti dibahas dalam tulisan lain… (hehehe belum siap lah… jadi kapan siapnya?) Daripada sekedar membeli rekaman, ada jutaan hal yang dapat dilakukan seseorang untuk terlibat dalam scene Hardcore walau masih "anak baru," Gimana dengan korespondensi dengan anak Hardcore Punk seberang lautan, pasti dapet masukan yang bisa dijadiin bahan artikel… atau tuker-tukeran kaset… kalo mahal coba deh rekam lagu-lagu band-band lokal favorit kamu dalam satu kaset trus kirim ke sana biasanya mereka juga akan bales… lumayan kan (gila aja kalo musti beli kasetnya berapa duit?) Bajak semua yang kita bisa asal demi kemajuan… dan kita bagiin ke temen-temen… saling bertukar informasi dan lagu tanpa harus mengeluarkan uang..eh nggak ding??? Tetep aja MUSTI BAYAR ONGKOS KIRIM), atau kenakan pakaian kreatif yang kamu beli dengan murah (kalo bisa gratis), duduki rumah-rumah atau gedung-gedung tua dan jalan-jalan mengeksplorasi wilayah geografis kamu, organisasikan protes dalam tempat kamu kerja atau sekolah, JALAN-JALAN dan ngeliat indahnya dunia dan hidup ini, begadang malem-malem tuker-tukeran cerita atau berargumen tentang artikel tolol yang ada di zine MEMBAKAR BATAS, berteriak-teriak, jalan dengan kaki di atas, makan di atas pohon ,dll…. setelah kamu mendobrak segala tradisi… hanya langit batasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Kedua… tentu saja kita tidak bisa tidak menjual barang-barang seperti rekaman dan zine yang dalam pembuatannya menghabiskan uang. Sampai satu waktu dimana unit-unit komando Punk menguasai pabrik pencetakan dan mulai membuat kaset dan CD gratis, kita harus menemukan cara untuk membiayai rekaman-rekaman tersebut. Tetapi kita juga tetap harus mengingat cara-cara penjualan ini memiliki batasan dalam penjualan dan advertising sehingga tidak menghianati diri kita, jika kita fokus pada goal kita. Tetapi untuk melakukan hal ini kita harus waspada pada kekuatan yang hanya membuat kita berkompromi dengan kualitas barang yang akan dijual… bahkan pada siapa barang- barang ini dijual. Dalam artikel ini saya hanya mencoba menggambarkan bahaya-bahaya tersebut, tapi saya pikir kita semua udah gede dan bisa mikir topik ini secara individual dari kacamatanya masing-masing… bebas aja anjis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, Artikel ini bukan kritik pada orang-orang tertentu dalam komunitas Hardcore, melainkan kritik diri bagi SEMUA… termasuk di dalamnya KKK… yang tidak malu mengatakan (hei kami munafik… dan bangga dengan kemunafikan kami) juga terlibat dalam hal-hal yang kita kritik diatas… KAMI tidak innocent… kami hanya menawarkan satu isu yang dapat dijadikan awalan untuk bergerak!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111289248687993971?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111289248687993971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111289248687993971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/04/menjual-diri-kita.html' title='MENJUAL DIRI KITA'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111288755695920496</id><published>2005-04-07T08:24:00.000-07:00</published><updated>2005-04-07T08:25:56.966-07:00</updated><title type='text'>NEO-HUMANISME</title><content type='html'>Salah satu faktor penting dalam pembangunan masyarakat adalah suatu pandangan sosial yang baik.  Pada waktu silam, seluruh peradaban manusia menjadi lemah dan hancur hanya karena suatu kelas atau kelompok dalam masyarakat merasa yang lainnya lebih rendah dan memperlakukan mereka bagaikan budak.  Salah satu kelemahan utama peradaban masa kini adalah tak adanya saling menghormati dan mencintai antara manusia.  Satu suku menekan suku lainnya, agama melawan agama, suatu kelompok bahasa melawan lainnya.  Perpecahan umat manusia demikian tiada akhirnya dan menyerap daya hidup peradaban kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi bukan saja kurangnya hormat antar manusia, namun manusia juga kehilangan penghargaan, hormat dan tanggung jawab pada binatang dan tanaman yang hidup bersama kita di planet ini.  Tindakan ngawur kita menghancurkan kehidupan tanaman dan binatang dan polusi yang tidak kita pikir lagi atas udara, tanah, laut dan ruang hidup mengancam akan menghancurkan seluruh ekosistim bumi secara permanen sehingga tak dapat ditinggali lagi oleh bentuk kehidupan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan-tulisannya yang terdahulu mengenai hal ini, PR Sarkar mengatakan bahwa manusia harus menganggap dirinya sebagai bagian dari suatu keluarga besar yang mencakup seluruh umat manusia, bukannya menyatakan diri jadi bagian suatu suku, agama, kelompok nasional ataupun bahasa tertentu saja.  Sudut pandang sosial ini dinamakannya "universalisme".  Lebih lanjut dalam tahun 1982 beliau merinci cara mencapai universalisme dalam beberapa kuliahnya yang kemudian diterbitkan menjadi buku Liberation of Intelect: Neo-Humanism.  Dalam buku itu dia mengemukakan bahwa humanisme terdisionil tak mampu mengangkat kemanusiaan mencapai puncak universalisme dan beliau menyajikan bentuk baru humanisme berdasarkan spiritualitas, dan menyebutnya "Neo-Humanisme".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neo-Humanisme diturunkan dari pengertian atas sifat dasariah (Dharma) manusia.  Kehidupan manusia mempunyai tiga segi: fisik, mental, dan spiritual.  Dari segi fisik, pengetahuan biologi telah banyak sekali membahas seluk beluk kerja tubuh manusia.  Namun kebutuhan psiko-spiritual manusia sampai kini belumlah dipahami betul meskipun cukup besar pula usaha para ahli psikologi dan pencari spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan keadaan yang paling tinggi yang dapat dicapai menurut sifat dasariah manusia adalah bahwa pikiran terbebaskan untuk meluas dan mengalir menuju Kesadaran Agung (Tuhan).  Tatkala ini terjadi, seseorang akan mengembangkan cintanya (bakti) kepada Kesadaran Agung dan mencintai semua keberadaan yang lain.  Cinta pada Kesadaran Maha Agung ini harus menjadi harta mulia bagi umat manusia.  Tanpa itu, hidup menjadi kering tak berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini umat manusia tidak memiliki filsafat kehidupan yang patut sehingga masyarakat yang kita bentuk tak selaras dengan kerinduan batin umat manusia itu.  Materialisme menguasai seluruh bagian hidup kini dan matarialisme menghancurkan rasa bakti dalam diri manusia.  Sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan batin dan kenyataan luar dirinya maka kita menjumpai demikian banyak kesengsaraan, depressi dan sakit jiwa dalam masyarakat kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian untuk membetulkan ketidakseimbangan itu adalah filsafat yang menyelaraskan antara kebutuhan batin manusia dengan kebutuhan luarnya dalam dunia material.  Untuk menerapkan cara hidup yang demikian kita harus tahu berbagai cara bagaimana harta spiritual (bakti) manusia dapat dirusak.  Ada tiga rasa sentimen dalam diri manusia yang dapat menghalangi pikiran menuju universalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang menjadi demikian terikat dengan bumi tempatnya tinggal, maka itu disebut geo-sentiment, rasa keterikatan dengan bumi.  Sejak jaman dulu, bahkan kini, banyak orang yang berkepentingan hanya dengan tanah airnya saja atau negerinya saja.  Berasal dari cinta pada tanah air, mereka mengembangkan beberapa rasa sentimen turunan lagi seperti patirotisme tanah air, geo-politik, geo-religion, dan geo-ekonomi.  Dengan memanfaatkan rasa geo-patriotisme untuk membangkitkan massa, para politisi telah menggiring mereka ke kancah peperangan berdarah.  Kolonialisme masa lalu dan neo-kolonialisme masa sekarang tidak lain adalah bentuk lain dari geo-ekonomi.  ("Marilah kita bangun negeri kita biarpun itu akan menciptakan kesengsaraan dan kemiskinan negeri satelit/tetangga" adalah slogan dibalik geo-ekonomi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rasa sentimen lain yang merusak manusia disebut sentimen sosial.  Dalam hal ini manusia hanya memfokuskan perhatiannya pada suatu kelompok sosial saja tempat mereka berada.  Bisa saja bentuknya berupa kelompok nasional, bahasa, sosial, atau agama.  Meskipun rasa sentimen ini cakupannya dapat lebih luas daripada geo-sentimen (kalau kebetulan kelompok sosial tertentu memang besar sekali), namun tetap saja membentuk kesadaran kelompok yang membangkitkan pertentangan dengan sentimen kelompok-kelompok lain.  Perang agama masa lalu dan bahkan kini merupakan contoh sebab sentimen sosial ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, perluasan pikiran manusia terhalang oleh suatu sentiman yang tampaknya "baik", yaitu "humanisme".  Cinta dan hormat pada keberadaan manusia lain atau disebut "humanisme" seharusnya menjadi sentimen yang mulia untuk menyatukan umat manusia dan mengangkat pikiran semua orang.  Namun, manusia biasa memiliki suatu kekurangan yang serius.  Pertama-tama, humanisme demikian tidak mencakup tanaman dan binatang.  Orang berbicara mengenai "hak asasi manusia" namun mengesampingkan hak tanaman dan binatang untuk hidup.  Kelemahan lain dari humanisme adalah, tanpa latar belakang spiritual yang kuat, humanisme sering tergerus menjadi pseudo-humanisme, humanisme palsu.  Sebagai contoh, banyak negara yang disebut negara maju memberikan "foreign aid", bantuan kemanusiaan, bagi negara-negara berkembang atas nama humanisme, namun di di belakang layar perusahaan-perusahaan multinasional dari negara yang sama mengeruk kekayaan dari negara-negara berkembang, menimbulkan kemiskinan luar biasa dan menghancurkan ekologi tanpa perduli demi upaya mereka mengejar keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shrii Sarkar bukan hanya sekedar menggambarkan berbagai persoalan yang timbul karena sentimen pembatas itu.  Beliau juga mengutarakan berbagai cara untuk menanggulangi rasa sentimen yang menghalangi berkembangnya kesadaran universal kita.  Beliau mengatakan bahwa geo-sentimen hanya dapat ditanggulangi kalau manusia mengembangkan sarana rasionalitas.  Cara berpikir rasionil adalah alat yang paling berharga yang dimiliki oleh manusia.  Dengan cara mempelajari dan menggunakan pikiran, orang dapat dengan mudah melihat jelas rasa geo-sentimen yang disebarkan oleh para provokator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Shrii Sarkar menekankan agar analisa mental jangan sampai terhambat oleh berbagai dogma yang didefinisikannya sebagai pemikiran atau sistim kepercayaan yang mencoba membatasi lingkup daya pikir manusia.  Sebagai contoh, dibeberapa negara orang hanya boleh membicarakan ekonomi hanya dalam batasan filsafat tertentu.  Ini jelas dogma, tak banyak beda dengan dogma agama di beberapa negara tempat pemikiran spiritual atau sosial hanya dapat dibicarakan dalam lingkup yang ditentukan oleh agama tertentu saja.  Semua dogma, baik dituntut oleh agama, atau bahkan diajukan sebagai "ilmiah", semuanya berbahaya bagi kesejahteraan umat mansia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai sentimen sosial, cara terbaik untuk menanggulanginya adalah dengan menerapkan secara ketat asas kesetaraan sosial (Sama Samaj Tattva).  Di kalangan umat manusia, dapat diamati dua prinsip psikologi.  Beberapa orang hidup hanya untuk kesenangan diri sendiri tanpa pernah berpikir mengenai kebutuhan atau hak orang lain.  Pandangan yang lebih tinggi adalah tatkala orang mempunyai ketetapan hati untuk maju menuju kesadaran maha tinggi, dan sambil jalan mereka berketetapan menghapus ketidaksetaraan sosial yang memecah belah umat manusia.  Sarkar menjelaskan bahwa "upaya untuk maju menuju realitas akhir dengan membentuk masyarakat yang bebas dari ketidaksetaraan melibatkan setiap orang dalam bangsa manusia secara bersama ini disebut Sama Samaj Tattva".  (Liberation of Intelect).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sentimen sosial hanya dapat dikalahkan dengan pandangan spiritual yang terkandung dalam Sama Samaj Tattva.  Kunci untuk menyingkirkan ketidaksetaraan sosial adalah "mentalitas proto-spiritual".  Mentalitas proto-spiritual adalah usaha untuk memfokuskan pikiran pada suatu objek spiritual (Kesadaran Agung).  Bila cara berpikir demikian menjadi prinsip kehidupan manusia, maka sentimen sosial dapat dengan mudah terkalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengalahkan kelemahan-kelemahan sentimen humanistis, pertama-tama manusia harus menerima bahwa semua makhluk mempunyai nilai keberadaan, yaitu semua makhluk mempunyai hak untuk hidup di dunia ini dan berkembang sesuai dengan sifat bawaannya dalam alam.  Manusia harus mengambil langkah upaya agar habitat binatang dan tanaman tidak dihancurkan meskipun mungkin tanaman dan binatang itu tidak tampak mempunyai nilai manfaat bagi manusia.  Untuk melawan humanisme palsu,  kita harus mempunyai motivasi berdasarkan spiritualitas (gerak pikiran menuju Kesadaran Agung).  Humanisme tak dapat diam dalam bentuk konsep intelektual semata, namun harus tumbuh dan berkembang menuju cinta.  Bila seseorang melakukan latihan spiritual, cinta pada semua yang ada akan tumbuh di dalam dirinya, dan bila ini ditampilkan dalam kehidupan pribadi atau bersama, maka spiritualitas menjadi misi kemanusiaan dan tercapailah universalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shrii Sarkar berpendapat bahwa Neo-Humanisme adalah jawaban bagi berbagai masalah sosial dunia dan menerangkan bagaimana para pemimpin sosial, politik dan agama masa kini dengan berbagai cara mencoba menghalangi kemajuan umat manusia melalui dogma, humanisme palsu, spiritualitas palsu, dan cara-cara reformasi setengah hati atau tak lengkap.  Meskipun terdapat sekian banyak catatan buruk mengenai pemimpin masa lalu dan masa kini, kita harus selalu tetap optimis karena sekali umat manusia menerima bahwa kesadaran kosmis adalah tujuan hidup dan secara bersama bergerak menuju tujuan itu, maka kita dapat mengalahkan semua halangan, kecil maupun besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111288755695920496?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111288755695920496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111288755695920496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/04/neo-humanisme.html' title='NEO-HUMANISME'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11852649.post-111237291952549685</id><published>2005-04-01T08:26:00.000-08:00</published><updated>2005-04-01T08:28:39.526-08:00</updated><title type='text'>bumi indonesia, kita ingin seperti apakah?</title><content type='html'>geopolitik nasional indonesia yang kompleks membutuhkan kepastian untuk melangkah, sepertia apakah indonesia hari ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11852649-111237291952549685?l=indonesiaraya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111237291952549685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11852649/posts/default/111237291952549685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiaraya.blogspot.com/2005/04/bumi-indonesia-kita-ingin-seperti.html' title='bumi indonesia, kita ingin seperti apakah?'/><author><name>dimas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02709767748603888720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
